PEKANBARU, Tulisfakta.com | | Pemerintah Kota Pekanbaru kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini, Pemko Pekanbaru berhasil meraih predikat “Sangat Baik” dalam Penilaian Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Percepatan Pelaksanaan Berusaha Pemerintah Daerah Tahun 2026. Penghargaan ini ditetapkan langsung oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, sebagai bentuk pengakuan atas kualitas pelayanan perizinan dan upaya penciptaan iklim investasi yang kondusif di daerah ini.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menyampaikan pada Rabu (14/10/2026) bahwa capaian ini adalah buah kerja keras seluruh jajaran pemerintah kota dalam meningkatkan mutu pelayanan publik, khususnya di bidang perizinan dan penanaman modal.
“Penghargaan ini bukan sekadar piala atau piagam. Ini bukti bahwa arah kebijakan kita membenahi birokrasi sudah tepat. Kami terus berupaya memastikan iklim investasi di Pekanbaru semakin ramah, dengan pelayanan yang cepat, transparan, dan tidak berbelit-belit,” ujar Agung.
Pemko Pekanbaru telah menjalankan sejumlah terobosan untuk mempermudah akses layanan perizinan. Di antaranya: Sistem digital SIP AMAN, Kehadiran Mal Pelayanan Publik (MPP) Mini, Layanan MPP Keliling yang mendekatkan pelayanan ke masyarakat.
Menurut Agung, prinsip utamanya adalah pelayanan yang mudah dijangkau dan adil. “Masyarakat dan pelaku usaha harus mendapatkan pelayanan yang baik tanpa membedakan latar belakang. Digitalisasi dan layanan jemput bola adalah dua pilar utama yang terus kami perkuat,” jelasnya.
Peningkatan kualitas layanan berimbas langsung pada kinerja penanaman modal. Pada Semester I Tahun 2026, realisasi investasi di Kota Pekanbaru mencapai Rp7,35 triliun — setara 156,02 persen dari target yang ditetapkan. Rincian realisasi: PMDN: Rp6,12 triliun, PMA: Rp1,24 triliun.
Sementara itu, indikator ekonomi juga menunjukkan tren positif: Pertumbuhan ekonomi Triwulan I 2026: 8,00%, Pertumbuhan ekonomi Triwulan II 2026: 7,39%, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB): tumbuh 8,55%.
Agung menegaskan, angka-angka ini bukan sekadar pencapaian statistik. “Yang tidak kalah penting adalah bagaimana investasi tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat hingga membuka lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan usaha lokal,” katanya.
Pemko Pekanbaru menyatakan tidak akan berpuas diri dengan penghargaan ini. Evaluasi dan pembenahan berkelanjutan akan tetap dilakukan agar kualitas pelayanan semakin prima.
“Kami tidak ingin berhenti pada penghargaan. Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat dan pelaku usaha benar-benar merasakan manfaat dari setiap perbaikan yang dilakukan. Kami akan terus berbenah agar Pekanbaru semakin terbuka bagi investasi dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” pungkas Agung Nugroho.
Penulis : Yudi
Editor : Jajang N


