PEKANBARU, TULISFAKTA.COM | | Seorang perawat dari RSUD Mandau, Wiwidya Ningsih, mengklarifikasi bahwa berita tentang dugaan perdagangan bayi baru lahir yang melibatkan dirinya adalah hoax dan tidak benar.
Dia menyatakan bahwa media atau wartawan tidak pernah melakukan konfirmasi langsung mengenai isu tersebut. Klarifikasi ini disampaikan bersama kuasa hukumnya, Frans Chaverius, di rumah keluarganya di Pekanbaru.
Wiwid menceritakan bahwa pada 11 September 2025, sebelum PW melahirkan, PW berencana untuk membuang bayinya karena merasa tidak mampu mengurus dan belum memiliki biaya untuk persalinan.
“PW meminta bantuan ke saya untuk mencarikan orang yang bersedia mengasuh atau mengadopsi anak tersebut,” ucapnya didampingi oleh kuasa hukumnya, Frans Chaverius, SH dirumah keluarganya, jalan Garuda Sakti, Pekanbaru, Senin (10/11/2025).
Wiwid menjelaskan bahwa anak tersebut adalah hasil hubungan antara PW dan YK, yang bukan suami istri.
“Saya tegaskan bahwa bantuan yang diberikan adalah murni atas dasar kemanusiaan, dan ia telah membantu PW secara pribadi, termasuk mendonorkan darah dan membiayai persalinan,” terang Wiwid
Lanjutnya, PW mengklaim tidak memiliki keluarga di sekitar dan tidak ada anggota keluarganya yang menjenguk saat melahirkan, kecuali sepupu mendiang suaminya dan pacarnya YK.
Wiwid mengonfirmasi bahwa anak atau bayi yang dibahas masih ada dan kini berada pada orang pengadopsi yang merupakan bagian dari keluarganya, yang sedang mengurus surat adopsi di pengadilan.
Frans Chaverius, kuasa hukum Wiwid, berencana melaporkan pencemaran nama baik ke Polda Riau atas apa yang dialami kliennya.
Ia menjelaskan bahwa kliennya membantu murni berdasarkan rasa kemanusiaan setelah PW meminta bantuan mencari orang tua asuh sebelum kelahiran.
“Saya meminta wartawan untuk berhati-hati dalam menyebarkan berita tanpa konfirmasi dan menyatakan bahwa jika terbukti salah, mereka akan menuntut media tersebut,” tegasnya.
Sementara itu, dilansir media pantauriau.com bahwa RSUD Mandau menanggapi pemberitaan mengenai transaksi jual beli bayi yang dinyatakan tidak benar oleh Direktur RSUD Kecamatan Mandau drg Sylvia Febriani melalui Kabid Humas dan SDM Iwan Ridwan, SKM didampingi Kabid Pelayanan, drg Armen Sosialisa Sihotang, MH.
Ia menegaskan bahwa oknum perawat yang disebutkan dalam berita telah dipanggil dan membantah tuduhan tersebut.
Media juga mencoba mengonfirmasi situasi bayi tersebut dengan YK, pacar PW, tetapi YK tidak memberikan jawaban. (Red)
Editor : Redaksi


