Pansel Umumkan 13 Calon Direksi Lolos Administrasi PT Riau Petroleum, GMPR Tegaskan Seleksi Harus Transparan, Bebas Titipan, dan Telusuri Latar Belakang

PEKANBARU, TULISFAKTA.COM | | Setelah sempat mengalami penundaan, hasil seleksi administrasi calon direksi PT Riau Petroleum (Perseroda) akhirnya resmi di umumkan. Data ini dirilis setelah awak media Tulisfakta.com melakukan konfirmasi, Senin (6/4/2026), kepada Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Riau, Sri Irianto.

Dari total 16 pendaftar, hanya 13 orang yang dinyatakan memenuhi syarat administrasi dan berhak melanjutkan ke tahap berikutnya. Artinya, terdapat 3 orang yang gugur atau tidak lolos verifikasi berkas.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pengumuman ini sempat tertunda karena Tim Seleksi (Pansel) disebut belum melakukan rapat finalisasi data. Namun, berdasarkan dokumen pengumuman nomor 10/PANSEL/RP/2026 tertanggal 6 April 2026, nama-nama yang lolos akhirnya dirilis dengan rincian sebagai berikut:

DIREKTUR OPERASIONAL (8 Orang):

1. Adi Wandra

2. Akhmad Fauzi Lindung Lubis

3. Andiga Dompak Baharaja Tarihoran

4. Fajar Muhardi

5. Heri Susanto

6. Indra Permana

7. Muhammad Fajri

8. T. Efri Syah Putra

DIREKTUR KEUANGAN (5 Orang):

1. Fahmy

2. Ganesya Varandra

3. Novyandre

4. Roland Azerwin

5. Ashri Hadi

Data ini telah dikonfirmasi valid, di mana nama-nama tersebut dinilai telah melewati verifikasi berkas dengan lengkap dan benar.

GMPR Minta Proses Transparan, Bebas Tekanan, dan Telusuri Rekam Jejak

Dengan rampungnya tahap administrasi, perhatian kini beralih sepenuhnya ke proses selanjutnya, yaitu Uji Kelayakan dan Kepatutan (Fit and Proper Test).

Merespons hal ini, Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Riau (GMPR), Ali Junjung Daulay, meminta panitia seleksi untuk bekerja secara transparan, objektif, dan jauh dari praktik KKN. Mereka berharap tidak ada tekanan dari pihak manapun dalam menentukan pemenang, serta penilaian harus benar-benar didasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan pengalaman masing-masing peserta.

Lebih dari itu, Ali Junjung Daulay menekankan agar panitia seleksi benar-benar melakukan pendalaman terhadap rekam jejak para calon.

“Panitia seleksi harus jeli melihat latar belakang calon direksi. Jangan sampai yang terpilih nanti memiliki catatan buruk atau masalah integritas di masa lalu. Siapapun yang memimpin perusahaan daerah ini harus orang yang bersih, amanah, dan benar-benar punya kapasitas,” tegasnya, Selasa (7/4/2026).

Ia menambahkan, pihaknya akan terus mengawal proses ini hingga tahap akhir.

“Kami ingin memastikan terpilih sosok pemimpin yang benar-benar kapabel dan berkualitas untuk memajukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini ke depannya, bukan karena koneksi atau titipan,” pungkasnya. (Red)

 

Editor : Redaksi

Komentar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Selengkapnya

Index Berita