PEKANBARU, Tulisfakta.com | | Pemadaman listrik berdurasi panjang yang berlangsung hampir sepuluh jam membuat warga di wilayah Jalan Sekolah, Kelurahan Tampan, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Riau, geram dan menyayangkan kinerja pelayanan penyedia tenaga listrik. Salah satu warga yang terdampak, Franky, mengaku sangat dirugikan akibat gangguan yang terjadi sejak sore hingga dini hari ini, Sabtu (23/5/2026).
Berdasarkan keterangan Franky yang beralamat lengkap di Jl. Sekolah, Tampan, Kecamatan Payung Sekaki, Kode Pos 28143, aliran listrik di lingkungannya mulai padam sekitar pukul 18.00 WIB, bertepatan dengan masuknya waktu salat Maghrib. Namun, hingga pukul 03.28 WIB dini hari, listrik belum juga menyala kembali. Artinya, warga sudah tertahan dalam kegelapan dan ketidaknyamanan selama lebih dari sembilan jam, dan hitungan jam terus bertambah seiring berjalannya waktu.
“Sudah dari jam 6 sore lewat, pas Maghrib listrik mati, sampai sekarang jam 3 pagi lebih belum hidup juga. Ini sudah hampir sepuluh jam kami tidak dapat aliran listrik. Sangat mengesalkan, apalagi tidak ada informasi jelas dari pihak mana pun kapan listrik akan pulih,” ungkap Franky dengan nada kecewa dan kesal.
Ia menjelaskan, dampak yang ditimbulkan sangat besar, bukan sekadar gangguan kenyamanan semata. Bagi warga, listrik adalah kebutuhan pokok yang sangat vital. Padamnya aliran listrik berjam-jam ini membuat aktivitas rumah tangga lumpuh total, peralatan elektronik berisiko rusak jika aliran masuk tiba-tiba dengan tegangan tidak stabil, serta bahan makanan di lemari es dikhawatirkan akan rusak dan membusuk karena tidak ada pendinginan.
Lebih serius lagi, Franky menyoroti aspek keamanan dan keselamatan lingkungan. Jalanan yang gelap gulita akibat lampu penerangan umum yang juga mati memudahkan tindak kejahatan terjadi. Warga pun sulit beristirahat dengan tenang karena harus selalu waspada.
“Bayangkan, malam-malam gelap gulita begini, siapa yang tidak khawatir? Pencuri atau penjahat bisa lewat begitu saja tanpa ada yang melihat. Belum lagi anak-anak dan lansia jadi tidak tenang. Ini pelayanan macam apa yang membiarkan konsumen menderita berjam-jam tanpa kejelasan?” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi maupun pengumuman dari pihak pengelola listrik terkait penyebab pasti gangguan, lokasi kerusakan jaringan, maupun estimasi waktu penyelesaian perbaikan. Warga menuntut tanggung jawab penuh dan kecepatan penanganan, mengingat kejadian pemadaman lama seperti ini dinilai sudah terlalu sering terjadi di wilayah Pekanbaru tanpa ada solusi jangka panjang.
Warga berharap agar pihak berwenang segera turun tangan, mengevaluasi kinerja jaringan, dan memastikan gangguan serupa tidak terulang kembali, mengingat listrik merupakan hak dasar masyarakat yang wajib terjamin pasokannya dengan andal dan berkesinambungan. (Red)
Editor : Jajang N


