PEKANBARU, TULISFAKTA.COM | | Dunia pers nasional kembali berduka. Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat masa bakti 2025-2030, Zulmansyah Sekedang, mengembuskan napas terakhirnya pada hari Sabtu, 18 April 2026, pukul 00.05 WIB di Rumah Sakit Budi Kemuliaan, Jl. Budi Kemuliaan, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Almarhum meninggal dunia dalam usia 53 tahun setelah diduga mengalami serangan jantung.
Kabar duka tersebut dibenarkan oleh Pengurus PWI Pusat, Novrizon Burman. Ia menyampaikan bahwa almarhum wafat setelah sempat mendapatkan penanganan medis.
“Benar, beliau meninggal dunia dini hari tadi di RS Budi Kemuliaan akibat serangan jantung,” ujar Novrizon.
Kabar duka ini juga menyebar dengan sangat cepat dan telah beredar luas di berbagai grup media sosial maupun grup komunikasi antar insan pers, menyisakan rasa kehilangan yang mendalam di kalangan awak media di seluruh Indonesia.
Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.
Jejak Pengabdian Sang Jurnalis Pejuang
Zulmansyah Sekedang lahir pada tanggal 2 Juli 1972 di Aceh Tenggara. Namun, kiprah dan namanya begitu melekat serta dihormati di Provinsi Riau, tempat ia lama mengabdi dan membesarkan organisasi.
Sebelum dipercaya memegang tampuk kepemimpinan nasional sebagai Sekjen PWI Pusat, almarhum memiliki rekam jejak yang gemilang di tingkat daerah. Ia pernah menjabat sebagai Ketua PWI Provinsi Riau untuk periode 2017–2022. Di bawah kepemimpinannya, organisasi di Riau dikenal solid dan memiliki kontribusi besar bagi kemajuan industri media serta kesejahteraan wartawan.
Kepemimpinan yang tegas namun santun, serta pengalaman panjangnya di dunia kewartawanan, akhirnya membawa nama Zulmansyah Sekedang melangkah ke kancah nasional. Pada periode 2025-2030, ia diamanahkan sebagai Sekretaris Jenderal PWI Pusat, sebuah posisi strategis yang menjadi motor penggerak organisasi dalam menjaga marwah pers dan kebebasan berekspresi di Indonesia.
Guru dan Teladan bagi Insan Media Tulisfakta.com
Bagi seluruh tim Redaksi Tulisfakta.com dan Manajemen PT Jejak Fakta Nusantara, kepergian almarhum bukan hanya sekadar kehilangan seorang tokoh pers, tetapi juga kehilangan seorang guru dan pembimbing.
Almarhum dikenal sangat peduli terhadap pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkungan media. Beliau banyak meninggalkan ilmu, bimbingan, dan tunjuk ajar yang sangat berharga, khususnya dalam memahami dan mengamalkan Kode Etik Jurnalistik secara benar dan bertanggung jawab.
Arahan dan nasihat beliau menjadi landasan kuat bagi redaksi media Tulisfakta.com dalam menjalankan tugas jurnalistik yang profesional, objektif, dan berintegritas tinggi.
Ucapan Belasungkawa
Seluruh jajaran Manajemen PT Jejak Fakta Nusantara serta tim Redaksi Tulisfakta.com menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas berpulangnya sosok inspiratif ini.
“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Bapak Zulmansyah Sekedang. Beliau adalah sosok pemimpin yang visioner dan teladan bagi kami para insan pers. Ilmu dan bimbingan beliau tentang kode etik jurnalistik akan selalu kami kenang dan amalkan dalam setiap karya jurnalistik kami,” ujar pernyataan resmi dari manajemen.
Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas segala khilaf dan kesalahan yang mungkin pernah dilakukan almarhum, baik yang disengaja maupun tidak.
Al-Fatihah.
Semoga segala amal ibadah dan pengabdian beliau selama hidup diterima oleh Allah SWT, dan ditempatkan di tempat yang paling mulia di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan hati dalam menghadapi musibah ini.
Seluruh Management PT Jejak Fakta Nusantara / Tulisfakta.com


