PELALAWAN, TULISFAKTA.COM | | Dewan Pengurus Pusat (DPP) Satuan Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) Laskar Hulu Balang Melayu Bersatu (LHMB) Provinsi Riau menyerahkan laporan dugaan korupsi pada pekerjaan Pembangunan Saluran Air (PSA) di kawasan Jalan Terusan, Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Rabu (29/5/2024).

Dalam data yang dikumpulkan oleh DPP SAPMA LHMB Provinsi Riau diduga pelaksana tidak mengikuti petunjuk dokumen pekerjaan sehingga tidak maksimalnya pencapaan mutu Pembangunan Saluran Air tersebut.
Dalam wawancaranya ketua DPP SAPMA LHMB Provinsi Riau, Wan Muhammad Afif mengatakan pekerjaan itu ditemukan adanya dugaan pengurangan volume beton dan di tandai tidak sesuai mutu. Pembangunan Saluran Air itu menelan anggaran negara senilai Rp 2.585.079.084.94 milliar yang bersumber APBD Pelalawan tahun 2023.
“Dari hasil pengumpulan bukti dan temuan dilapangan, kami menemukan kejanggalan yang tidak sesuai dengan Bestek dari Dinas PUPR dibawah naungan Bidang Sumber Daya Air (SDA), pelaksana atau kontraktor bekerja asal jadi,” kata Wan Muhammad Afif, Rabu (29/05/2024).
Untuk memperkuat apa yang disampaikannya, Wan Muhammad Afif kemudian menunjukan dokumen gambar kerja dengan kerangka acuan kerja dan foto-foto dilapangan. Dalam dokumen itu tertulis jelas spesifikasi teknis pekerjaan.
Wan Muhammad Afif sangat kesal atas pekerjaan tersebut yang di nilai sangat merugikan negara. DPP SAPMA LHMB Provinsi Riau berharap Kejati Riau segera memeriksa Dinas PUPR Pelalawan Bidang SDA, pihak terkait dan kontraktor.
“Kami juga menduga apakah kontraktor bermain mata dengan Dinas PUPR Pelalawan, dimana pengawasannya? pembangunan (itu,red) sampai hari ini aman-aman saja, kami meminta Kejati Riau segera bertindak,” harapnya.
Lanjutnya, Kita akan terus mengawal perkembangan pengusutan pekerjaan ini dari Kejati Riau.
“Bukti dan temuan di lapangan sudah kami serahkan ke Kejati Riau melalui PTSP, tinggal saja dilakukan penyelidikkan,” pungkasnya. (RK)
Editor : Redaksi


