ROHIL, TULISFAKTA.COM | | Bupati Rokan hilir (Rohil), Afrizal Sintong menanggapi perihal adanya aksi yang dilakukan oleh puluhan massa dari Lembaga INPEST di Gedung KPK dan Kejagung di Jakarta perihal aliran dana Participating Interest (PI) sebesar Rp488 Miliar ke BUMD Rohil serta dana bagi hasil (DBH) sawit sebesar Rp39 Miliar rupiah.
Dalam bantahnya, Bupati Rohil tersebut mengatakan Bahwa dana PI 488 Miliar telah sesuai dengan aturan digunakan dan juga dana dbh sawit 39 Miliar itu bukan ke rekening BUMD tapi ke rekening Pemerintah daerah (Pemda).
“Saya tegaskan bahwa dana PI 488 Miliar sudah sesuai aturan dan DBH 39 Miliar tidak masuk ke rekening BUMD tapi ke rekening Pemerintah daerah. Jadi, tidak benar tuntutan yang disampaikan para pendemo di KPK dan Kejagung” ucap Afrizal Sintong, Jum’at malam (2/8/2024).
Lanjutnya, dana tersebut digunakan sesuai dengan aturan yang berlaku dan dalam penggunaan dana dbh sawit itu sudah ada poksi porsi nya seperti pembangunan infrastruktur dan juga untuk bpjs ketenagakerjaan. sambungnya.
Dirinya juga mengungkapkan sangat hati hati sekali karena secara otomatis jabatan adalah pemilik modal di dalam perusahaan tersebut dan setiap tahun itu juga diaudit oleh inspektorat dan BPKB jadi sangat keliru sekali melakukan demo di kpk dan di kejagung.
“Saya menilai, aksi tersebut sepertinya diduga ditunggangi oknum-oknum politik karna pendemo tersebut setahu saya tinggal di Pekanbaru. Sepertinya, Ketuanya Ganda mora sebagai koordinator aksi dan Lombok str sebagai koordinator lapangan tentu ke jakarta membutuhkan biaya transportasi nya sangatlah mahal,” pungkasnya.
Editor : Redaksi


