PELALAWAN, TULISFAKTA.COM | | Masyarakat desa, terutama di Pangkalan Kerinci, merasa resah karena tidak ada lagi rujukan rumah sakit terdekat setelah kebijakan baru.D
Mereka berharap RS. Efarina bisa kembali menjalin kerjasama dengan BPJS agar pasien bisa berobat tanpa harus pergi jauh.
Keputusan BPJS Kesehatan Cabang Pekanbaru untuk menghentikan kerjasama dengan tiga rumah sakit dan tiga praktik dokter di Riau mulai 1 Januari 2025 menimbulkan kecemasan.
Peserta JKN di Pelalawan akan kehilangan akses ke layanan kesehatan penting, termasuk RS. Efarina.
Masyarakat Pelalawan menekankan bahwa RS. Efarina merupakan harapan utama bagi masyarakat Pangkalan Kerinci dengan pelayanan yang sangat baik terutama masalah kebersihan.
Warno, Kepala Desa Sialang Indah juga berharap kepada BPJS agar kembali menjalin kerjasama dengan RS. Efarina. Dirinya menyebut, warga Sialang Indah sangat diuntungkan dengan adanya kerjasama pihak RS dengan BPJS.
“Karena, warga Sialang Indah sangat diuntungkan selama BPJS kerjasama dengan pihak RS. Efarina. Kami mohon dengan segala hormat mudah-mudahan keduanya ini akan kerjasama lagi sehingga kami sebagai warga bisa terlayani dengan baik di RS. Efarina,” harapnya.
Selain keluhan masyarakat desa diatas, media tulisfakta.com juga melakukan wawancara kepada salah satu pasien yang sering berobat ke RS. Efarina Pangkalan Kerinci, Asmin N, beliau mengatakan sudah nyaman dengan pelayanan Rumah Sakit Efarina Pangkalan Kerinci, ditambah dokter dan pelayanannya bagus.
“Selama saya sakit, saya selalu berobat ke RS. Efarina. Mudah-mudahan Pemkab Pelalawan dan BPJS Kesehatan bisa kerja sama lagi dengan RS. Efarina,” harapnya.
Penulis : Rian
Editor : Redaksi


