PEKANBARU, TULISFAKTA.COM | | Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia Rumbai Timur, Aditya Permana, dilaporkan dalam kondisi kritis setelah dikeroyok sekelompok orang pada 17 November di Swalayan O2, Rumbai.

Insiden ini juga mengakibatkan hilangnya barang berharga milik Aditya. Masyarakat mencurigai bahwa serangan ini terorganisir dan ada hubungan dengan ketegangan yang ada di lingkungan setempat.
Belum ada konfirmasi resmi dari polisi mengenai pelaku atau barang yang hilang, dan sebagian spekulasi mengarah pada kemungkinan motif kekerasan politik, mengingat Aditya menerima ancaman menjelang rencana aksi damai.
KNPI Rumbai Timur dan Aditya berencana melaporkan insiden ini kepada pihak berwenang untuk memastikan penyelidikan dilakukan secara menyeluruh.
Kasus ini menunjukkan betapa rentannya aktivis pemuda dalam menghadapi intimidasi, dan jika ada unsur politik atau ormas, hal ini dapat memengaruhi demokrasi lokal.
Penanganan yang serius dari pihak kepolisian sangat diperlukan untuk memberikan keadilan dan transparansi. Insiden ini menimbulkan pertanyaan penting seputar tanggung jawab serangan dan nasib barang-barang hilang, serta menekankan pentingnya menjaga ruang berpendapat yang aman di tingkat lokal. (Red)
Editor : Redaksi


