Hampir 4 Tahun Proyek Kabel Bawah Laut Direncanakan, Masyarakat Kuala Kampar: Semoga Presiden RI Mendengar Keluhan Rakyatnya

Foto Dok. Walhi Riau

PELALAWAN, TULISFAKTA.COM | | Masyarakat Pulau Mendol-Penyalai merasa kecewa karena proyek kabel listrik bawah laut yang dijanjikan oleh PT PLN (Persero) tidak menunjukkan kemajuan setelah lebih dari empat tahun direncanakan.

Proyek yang seharusnya menyediakan listrik 24 jam ini belum dimulai, meskipun PLN telah menunjuk pihak pelaksana.

Ketua Forum Masyarakat Kuala Kampar (FMKK), Agustian, mengkritik perlambatan izin dan kurangnya respons dari PLN atas permintaan kejelasan dari warga.

“Sampai hari ini tidak ada jawaban. Kami menilai PLN tidak serius dan tidak transparan. Diduga banyak hal yang ditutup-tutupi,” ucapnya, Senin (18/11/2025.

Lanjutnya, masyarakat Pulau Mendol-Penyalai bersama FMKK akan menggelar aksi protes jika tidak ada kepastian hingga Desember 2025.

“Sudah 35 tahun PLN ada di sini, tapi listrik di hanya menyala 14 jam, itu pun sering mati-hidup. Harapan kami pada Bapak Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto juga mendengar keluhan rakyatnya,” pungkasnya.

Sementara itu, pihak PLN mengonfirmasi bahwa proyek masih dalam tahap pengurusan izin dan menjelaskan bahwa proses izin bisa memakan waktu tiga bulan sebelum pekerjaan dimulai.

“Minggu lalu 07 November 2025 sudah ada survei lokasi dengan Kementerian dan Dinas DLHK ( Dumai dan Karimun), terkait pengurusan izin UKL UPL. Untuk saat ini masih pengurusan ijin Ditjen Hubla dan UKL UPL,” jelasnya dikutip dari Penyalainews.com

PLN berharap masyarakat mendukung proyek ini dan adanya proses yang harus diikuti untuk pelaksanaan pekerjaannya. (Red)

 

Editor : Redaksi

Komentar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Selengkapnya

Index Berita