PEKANBARU, TULISFAKTA.COM | | Masyarakat diminta berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya modus penipuan lewat pesan singkat atau aplikasi pesan instan. Salah satu nomor yang tercatat aktif beroperasi dengan pola tersebut adalah +62 823-1767-3149, yang atas namakan Antonius Ridaryono, terdeteksi mencoba mendekati calon korban dengan cara memanggil jabatan atau sapaan akrab seolah sudah saling kenal.
Berdasarkan bukti tangkapan layar percakapan yang beredar, nomor tersebut mengawali pesan dengan ucapan salam “Assalamualaikum pak wali”, seolah-olah pengirim sudah mengenal dan memiliki hubungan dekat dengan penerima pesan. Pola ini adalah taktik umum penipu untuk menciptakan keakraban, membuat korban lengah, dan selanjutnya memancing kepercayaan demi tujuan kejahatan, baik itu meminta uang, data pribadi, maupun keperluan penipuan lainnya.
Pihak yang namanya dan foto profilnya dicatut dalam sebuah aplikasi WhatsApp, Antonius Ridaryono, memberikan peringatan tegas.
“Mohon Berhati Hati dan waspada, nomor ini sedang On air untuk Modus Penipuan,” tegasnya.
Hal ini menegaskan bahwa nomor tersebut sudah diketahui berpotensi berbahaya dan beroperasi secara aktif. Pada tampilan kontak juga terlihat keterangan “Bukan kontak • Tidak ada grup yang sama”, yang semakin memperkuat dugaan bahwa pengirim adalah pihak asing yang tidak dikenal.
Modus penipuan dengan cara menyapa menggunakan jabatan, nama, atau panggilan akrab semakin marak terjadi di Indonesia. Pelaku biasanya mengandalkan kebingungan atau rasa sopan santun calon korban untuk melanjutkan percakapan, hingga akhirnya masuk ke inti penipuan.
Saran Keamanan:
1. Jangan merespons pesan dari nomor tidak dikenal yang menyapa seolah saling kenal, kecuali sudah dipastikan kebenarannya lewat jalur terpercaya.
2. Segera blokir nomor tersebut dan laporkan ke pihak berwenang atau layanan pelaporan penipuan.
3. Jangan pernah memberikan data pribadi, nomor rekening, maupun mengirimkan uang dengan alasan apa pun kepada pihak yang tidak jelas identitasnya.
Masyarakat diimbau untuk menyebarkan informasi ini kepada keluarga, kerabat, dan lingkungan sekitar agar tidak ada yang menjadi korban. Tetap waspada dan teliti terhadap setiap pesan masuk, demi menjaga keamanan diri dan harta benda. (Red)
Editor: Redaksi


