TEMBILAHAN, Tulisfakta.com | | Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tembilahan melahirkan terobosan penting dalam tata kelola pengawasan melalui peluncuran sistem E-Patmo (Electronic Patrol Mobile), sebuah inovasi berbasis teknologi yang menjadi tonggak awal transformasi institusi tersebut menuju konsep Smart Prison atau penjara pintar. Inovasi ini digagas langsung oleh James Rischi, Kepala Seksi Tata Usaha (Kaur Umum) Lapas Tembilahan, sebagai solusi atas kelemahan sistem pengawasan manual yang selama ini berjalan.

Lapas Tembilahan yang telah beroperasi lebih dari setengah abad, selama ini masih sangat bergantung pada laporan patroli tertulis yang rentan terhadap ketidaktepatan waktu, ketidakakuratan lokasi, hingga unsur subjektivitas. Melalui E-Patmo, seluruh aktivitas patroli kini berjalan berbasis data yang terekam secara otomatis, terverifikasi, dan dapat dipantau secara langsung oleh pimpinan.
E-Patmo bekerja dengan memanfaatkan pemindaian Kode QR maupun RFID yang dipasang di titik-titik strategis dan area rawan di lingkungan lapas. Setiap kali petugas patroli melakukan pemindaian, sistem secara otomatis mencatat waktu, lokasi, serta jalur yang dilalui. Seluruh data tersebut terintegrasi dalam papan kendali berbasis web yang dapat diakses pimpinan kapan saja, di mana saja.
“E-Patmo lahir dari kebutuhan nyata di lapangan. Kami ingin pengawasan tidak lagi hanya mengandalkan laporan manual yang rentan subjektivitas, melainkan didasarkan pada data yang terverifikasi secara fisik,” ungkap James Rischi, Rabu (22/7/2026) di kantor Lapas Tembilahan.

Sistem ini menghapus celah ketidakpastian dalam pengawasan. Pimpinan dapat mengetahui dengan pasti apakah titik-titik rawan telah dipatroli, kapan dilakukan, dan berapa lama petugas berada di lokasi. Dengan demikian, penempatan tenaga dan alokasi sumber daya dapat diatur lebih tepat sasaran, sehingga risiko keamanan dapat ditekan secara signifikan.
E-Patmo bukan sekadar alat pencatat kehadiran digital. Inovasi ini dirancang sebagai fondasi yang kelak dapat disatukan dengan berbagai sistem lain, antara lain pemantauan CCTV berbasis kecerdasan buatan (AI), sistem pengelolaan kunjungan, hingga mekanisme pelaporan pelanggaran yang sepenuhnya tanpa kertas.
Artinya, E-Patmo adalah langkah awal menuju satu kesatuan sistem pengelolaan lembaga pemasyarakatan yang menyeluruh, terhubung, dan sepenuhnya transparan.
Kepala Lapas Kelas IIA Tembilahan, Prayitno, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif yang tumbuh dari dalam tubuh institusi sendiri.
“Inisiatif seperti E-Patmo menunjukkan bahwa perubahan menuju tata kelola yang modern bisa dimulai dari langkah kecil namun konsisten. Kami berkomitmen mendukung penuh pengembangan lebih lanjut,” ujar Prayitno.
James Rischi menegaskan, E-Patmo baru merupakan permulaan perjalanan panjang. “Kami ingin menciptakan institusi pemasyarakatan yang tidak hanya aman, tetapi juga transparan dan responsif terhadap dinamika zaman. Smart Prison bukan lagi mimpi, melainkan visi yang sedang kami wujudkan langkah demi langkah,” tegasnya.
Kehadiran E-Patmo membuktikan bahwa kemajuan teknologi tidak harus datang dari luar atau lembaga besar semata. Di balik tembok lembaga pemasyarakatan, semangat pembaruan dan peningkatan kualitas pelayanan publik tetap bisa tumbuh dan berkembang. Inovasi ini pun diharapkan dapat menjadi referensi bagi lembaga pemasyarakatan lain dalam upaya bersama mewujudkan tata kelola pemasyarakatan yang lebih baik, akuntabel, dan berkelanjutan.
Penulis : Rian
Editor : Jajang N


