PEKANBARU, Tulisfakta.com | | GERMAS Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) menggelar audiensi resmi bersama Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Pekanbaru, menyampaikan sejumlah temuan lapangan terkait bebasnya akses anak di bawah umur ke Tempat Hiburan Malam (THM) dan bioskop mini di wilayah tersebut.

Bertindak sebagai pemimpin delegasi, Wakil Ketua Umum GERMAS PPA, Rika Parlina, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan pemantauan langsung ke lapangan memperlihatkan adanya celah pengawasan yang membiarkan anak-anak masuk ke tempat yang seharusnya tidak mereka akses.
“Kami turun ke lapangan, melihat sendiri fakta yang terjadi. Anak di bawah umur ditemukan berada di Tempat Hiburan Malam maupun bioskop mini di Pekanbaru. Ini bukan sekadar laporan, ini kenyataan yang kami saksikan langsung. Kondisi ini sangat memprihatinkan dan mengancam masa depan anak-anak kita.” ujar Rika Parlina saat audiensi.
Rika menegaskan, persoalan ini tidak bisa ditanggung satu pihak saja. Perlindungan anak adalah tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga adat yang memiliki kedudukan dan pengaruh kuat di tengah masyarakat.
“Kami memohon dukungan LAM agar persoalan ini menjadi kepedulian bersama. Pengawasan tidak bisa hanya bergerak dari satu sisi. Kami butuh kekuatan bersama, agar tidak ada lagi anak yang terjebak di tempat yang salah. Kami ingin lingkungan yang aman, ramah, dan melindungi setiap anak di Kota Pekanbaru.” tambahnya.
Pihak LAM mendengarkan pemaparan secara seksama dan menyampaikan keprihatinan mendalam atas temuan tersebut. LAM menilai permasalahan ini memerlukan perhatian serius dan keterlibatan semua pihak, tidak hanya aparat penegak hukum, melainkan juga tokoh masyarakat dan pengelola tempat hiburan.
LAM secara resmi menyatakan dukungan penuh terhadap langkah-langkah yang akan diambil GERMAS PPA. Kedua belah pihak sepakat membangun kerja sama pengawasan bersama guna mencegah anak di bawah umur memasuki tempat hiburan yang tidak sesuai dengan batas usia.
Sebagai tindak lanjut, LAM akan mengeluarkan himbauan resmi kepada seluruh pemilik dan pengelola THM serta bioskop mini di Kota Pekanbaru agar mematuhi aturan perlindungan anak dan menutup akses bagi anak di bawah umur.
Kedua organisasi berkomitmen memperkuat sinergi pengawasan dan pengawalan perlindungan anak. Rika Parlina menyebut pertemuan ini sebagai langkah awal yang penting.
“Kami berharap kerja sama ini bukan sekadar janji di ruang rapat, melainkan gerakan nyata yang terasa di jalanan. Agar anak-anak Pekanbaru tumbuh di lingkungan yang aman, terjaga, dan terhindar dari bahaya.” pungkas Rika.
Audiensi ini ditutup dengan kesepakatan untuk terus mempererat komunikasi dan menyusun rencana kegiatan bersama demi pengawasan yang lebih ketat di masa mendatang.
Penulis : Rian
Editor : Jajang N


