PELALAWAN, TULISFAKTA.COM | | Dewan Pengurus Pusat (DPP) Satuan Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) Laskar Hulu Balang Melayu Bersatu (LHMB) Provinsi Riau menemukan dugaan Korupsi pada pekerjaan Pembangunan Saluran Air di kawasan jalan Terusan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan.

Kontraktor diduga tidak mengikuti petunjuk dalam dokumen pekerjaan.
Menurut Ketua DPP SAPMA LHMB Provinsi Riau, Wan Muhammad Afif, dalam pekerjaan itu ditemukan adanya dugaan pengurangan volume beton, proyek itu bernilai Rp 2.585.079.084.94 bersumber APBD Pelalawan tahun 2023.
“Dari hasil penemuan kami dilapangan, kami menemukan kejanggalan yang tidak sesuai dengan Bestek dari Dinas terkait,” kata Wan Muhammad Afif, Senin (20/05/2024).
Untuk memperkuat apa yang disampaikannya, Wan Muhammad Afif kemudian menunjukan dokumen Gambar Kerja dengan Kerangka Acuan Kerja dan foto-foto di lapangan. Dalam dokumen itu tertulis jelas spesifikasi teknis pekerjaan.
Atas temuan awal itu Wan Muhammad Afif meminta APH baik itu dari Kejari Pelalawan maupun Kejati Riau mengusut tuntas dan DPP SAPMA LHMB Provinsi Riau siap membantu jika diperlukan.
Wan Muhammad Afif sangat kesal dengan pekerjaan tersebut yang di nilai sangat terkesan asal jadi. Afif berharap hal ini jangan sampai terulang kedepannya kepada pekerjaan yang lain.
DPP SAPMA LHMB Provinsi Riau juga menduga apakah kontraktor ada bermain mata sama pihak Dinas terkait sampai pekerjaan ini bisa aman-aman saja.
“Kami dari DPP SAPMA LHMB Provinsi Riau akan pantau terus perkembangan pengusutan pekerjaan ini dari pihak APH dari Kejari bahkan Kejati Riau,” pungkasnya.
Saat awak media mencoba mengkonfirmasi ke Dinas PUPR bidang Sumber Daya Air, namun nomor beliau tidak aktif. (RK)
Editor : Redaksi


