Anggota Komisi III DPR Slamet Ariyadi Jenguk Warga di Malang: Kepedulian Tak Terbatas Garis Dapil

MALANG, Tulisfakta.com | | Anggota Komisi III DPR RI sekaligus Ketua Umum PB IKA PMII, Slamet Ariyadi, menyempatkan diri menjenguk Ibu Murahya, ibunda tokoh hukum dan aktivis anti-korupsi Abd. Aziz, yang tengah terbaring sakit di kediaman “Gubuk Progresif”, Kota Malang, Jawa Timur, pekan lalu. Kunjungan ini melampaui batas wilayah daerah pemilihannya, Jawa Timur XI (Sampang–Madura).

Bersama tim tenaga ahli, Slamet hadir tak sekadar bersilaturahmi, melainkan mendoakan kesembuhan perempuan berusia 68 tahun yang membesarkan putranya seorang diri sejak usia 4 hari. Di hadapan Ibu Murahya, politisi kelahiran 30 September 1990 itu memanjatkan doa tulus.

“Ummi, semoga lekas sembuh nggih. Ummi telah berhasil mendidik anak sulung yang banyak memberikan kemanfaatan untuk masyarakat luas di bidang hukum,” ujar Slamet.

Slamet juga menyampaikan kekaguman kepada Abd. Aziz yang merupakan pendiri Firma Hukum Progresif Law dan Ketua Umum DPP GMPK yang merawat ibunda sepenuh hati, mulai menggendong, memandikan, hingga menyuapi.

Abd. Aziz dikenal sebagai penanganan utama perkara di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Jakarta yang mematahkan posisi Kementerian Hukum pada 18 Februari 2026 silam. Meski berada di luar dapilnya, kehadiran Slamet dinilai sebagai bukti kepedulian yang berlandaskan kemanusiaan, bukan sekadar kewajiban wilayah pemilihan.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 102 menit, keduanya juga membahas penguatan organisasi Persatuan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA PMII). Slamet menyampaikan visi memaksimalkan potensi ribuan alumni yang tersebar di seluruh Indonesia termasuk ulama, akademisi, hingga tenaga profesional agar berkontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.

Diskusi yang hangat di teras Gubuk Progresif itu berakhir saat matahari terbenam. Slamet berterima kasih atas sambutan hangat keluarga Aziz, sementara Abd. Aziz mendoakan kelancaran tugas wakil rakyat tersebut.

“Jadilah wakil rakyat yang merakyat. Dengan demikian, akan dicintai oleh rakyat, yang kepercayaannya akan tersemat terus,” pesan Aziz saat perpisahan, Rabu (23/9/2026).

Ibu Murahya pun turut mendoakan: “Semoga lancar dalam melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai wakil rakyat, ya Nak Slamet.”

Kunjungan ini menegaskan prinsip yang dipegang Slamet: batas dapil tidak membatasi kepedulian. Ketika rakyat membutuhkan, kehadiran seorang wakil rakyat didorong oleh kemanusiaan, bukan sekadar peta wilayah.

 

Penulis : Bintang

Editor : Jajang N

Komentar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Selengkapnya

Index Berita