KAMPAR, TULISFAKTA.COM | | Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Hambali, SE, MH membuka desiminasi audit kasus stunting yang dilaksanakan oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Kampar periode ke II. Acara tersebut digelar di Aula Kantor Bupati Kampar pada Rabu (20/12/23).

Hadir dalam acara itu diantaranya Kepala BKKBN Provinsi Riau Mardalena Wati Yulia, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk DPPKBP3A Dr. Hj. Nengsih, Plt. Diskominfo Kampar Irwan Ar, seluruh Camat se-Kabupaten Kampar, Kepala Puskesmas seluruh Kabupaten Kampar dan pengurus TPPS Kabupaten Kampar.

Dalam arahannya Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Hambali, SE, MH yang juga sebagai Ketua TPPS Kampar menyampaikan diseminasi aksi adalah intervensi program yang dilakukan pada kelompok risiko dengan metode pencegahan dari hulu, sebelum kasus stunting terjadi. kelompok yang menjadi sasaran adalah calon pengantin, ibu hamil, ibu nifas dan baduta,”

Selaku ketua TPPS ia menyampaikan bahwa hasil pengukuran dan penimbangan dilakukan oleh Dinas Kesehatan dan Puskesmas maka pada tahun 2023 per november anak stunting Kabupaten Kampar sebanyak 697 anak stunting, dan sebanyak 458 anak stunting telah terintervensi melalui program bapak asuh anak stunting yang terdiri dari sebanyak 50 anak telah di intervensi dari Baznas, telah berjalan sebanyak 56 anak di intervensi oleh Pertamina Hulu Rokan telah berjalan sebanyak 52 anak di intervensi oleh PT RAPP telah berjalan sebanyak 50 anak di intervensi oleh PT EMP BENTU menunggu louncing, sebanyak 50 anak di intervensi oleh PT. PTPN V telah berjalan sebanyak 5 .anak di intervensi oleh baas PT Bank Riau Kepri Syari’ah
Ia menambahkan berdasarkan hasil diseminasi audit kasus stunting 1 yang telah terlaksana di Desa Hang Tuah kecamatan perhentian raja dan kecamatan bangkinang desa suka makmur dan desa laboy jaya yang telah kami buat rencana tindak lanjutnya dari tim pakar, yang selanjutnya pada hari ini akan disampaikan hasil audit kasus stunting tersebut oleh tim pakar audit kasus stunting yang dilaksanakan di kecamatan simalinyang.
selanjutnya, Hambali meminta kepada kepala desa untuk dapat berperan dalam mengikuti rumusan dari tim pakar, dan menggerakkan kader pembangunan manusia dan tim pendamping keluarga yang ada ditingkat desa, prioritas program dan kegiatan desa dalam percepatan penurunan stunting sangat dibutuhkan mengingat kepala desalah orang yang paling terdekat dengan keluarga beresiko stunting.
Ia juga meminta kepada tim sekretariat percepatan penurunan stunting kabupaten untuk memastikan percepatan penurunan stunting sebagai prioritas di daerah, di dukung dengan sumber daya yang mencukupi, dan dipastikan bahwa setiap intervensi yang diperlukan sampai hingga ke tingkat keluarga yang dikategorikan beresiko stunting dilaksanakan secara konvergensi, terpadu dan terukur.
“Dan yang paling utama memantau rumusan yang telah dikeluarkan oleh tim pakar terhadap sasaran audit kasus stunting di wilayah audit kasus stunting 1 (satu) dan 2 (dua) dan desa locus stunting maupun desa lainnya agar angka stunting di kabupaten kampar dapat di tekan”ujarnya.
Sementara itu Kepala Bidang DPPKBP3A Pengendalian Penduduk Dr. Hj. Nengsih, dalam laporannya mengungkapkan sesuai peraturan presiden nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting dimana dalam peraturan presiden, mengarahkan adanya pendekatan pencegahan lahirnya balita stunting melalui pendampingan keluarga berisiko stunting. agar siklus terjadinya stunting dapat dicegah, perlu ada formulasi kebijakan dan strategi yang tepat untuk mengatasi permasalahan yang ada, satu diantaranya adalah audit kasus stunting.
Lebih jauh ia merinci pelaksanaan audit kasus stunting 1 (satu) di 2 (dua) desa di 2 (dua) kecamatan dengan jumlah sasaran audit calon pengantin sebanyak 3 orang sasaran, ibu hamil sebanyak 11 orang sasaran dan anak baduta sebanyak 22 orang sasaran dan ibu nifas sebanyak 3 orang sasaran (pelaksanaan audit kasus stunting 2 (dua) di kecamatan kampar kiri tengah di semua desa yang ada di wilayah kecamatan kampar kiri tengah dengan jumlah sasaran audit ibu hamil sebanyak 18 orang sasaran dan anak baduta sebanyak 13 orang sasaran pelaksanaan pra desiminasi oleh tpps kabupaten bersama dengan tim pakar dalam penyampaian hasil audit kasus stunting serta penyusunan rekomendasi tindak lanjut program dan kegiatan hasil audit kasus stunting, dan saat ini dilaksanakan desiminasi hasil audit kasus stunting yang ke 2 (dua) kepada seluruh tpps kecamatan dan desa serta mitra program di kabupaten kampar.
Ia menambahkan menunggu lounching sebanyak 5 orang anak di intervensi oleh bupati menunggu lounching sebanyak 3 orang anak di intervensi oleh sekda menunggu lounching sebanyak 1 orang anak di intervensi oleh sekwan menunggu lounching sebanyak 34 orang anak di intervensi oleh kepala opd menunggu lounching sebanyak 355 orang anak di intervensi oleh dwp menunggu lounching sebanyak 26 orang anak di intervensi oleh lk2s menunggu louncing sebanyak 21 orang anak di intervensi oleh camat menunggu lounching sebanyak 31 orang anak di intervensi oleh kepala puskesmas menunggu louncing.
Narasumber : Humas Setda Kampar


