Tanamkan Keselamatan Sejak Dini, Polantas Karib Kenalkan Rambu Lalu Lintas & Green Policing ke Anak TK

PEKANBARU, Tulisfakta.com | | Membangun budaya keselamatan berlalu lintas sekaligus kepedulian terhadap lingkungan memerlukan proses panjang yang harus ditanamkan sedini mungkin. Berlandaskan pemikiran tersebut, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau melalui program Polisi Sahabat Anak memperkenalkan rambu lalu lintas, aturan keselamatan, serta konsep Green Policing kepada puluhan anak taman kanak-kanak di Pekanbaru, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan berlangsung di Ruang RTMC Ditlantas Polda Riau, Jalan Pesisir Rumbai, berjalan penuh keceriaan sejak pukul 09.00 hingga 10.30 WIB. Sebanyak 114 guru dan murid dari TK Aisyiyah IX, TK Aisyiyah X, TK Aisyiyah VI, TK Nur Khasanah, dan TK Al Masruriah turut hadir. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata kehadiran Polantas Karib sosok polisi lalu lintas yang dekat, ramah, humanis, dan solutif di tengah masyarakat.

Dengan pendekatan interaktif dan penuh kegembiraan, personel Subdit Kamsel Ditlantas Polda Riau memperkenalkan tugas dan fungsi polisi lalu lintas, berbagai rambu-rambu, serta pentingnya menjaga keselamatan di jalan raya. Anak-anak diajak bernyanyi, berdiskusi melalui sesi tanya jawab, hingga mengenal langsung kendaraan dinas polisi lalu lintas di area Sat PJR. Tak hanya itu, setiap peserta juga dibagikan buku petunjuk keselamatan berlalu lintas untuk dipelajari kembali bersama orang tua di rumah.

Edukasi tidak berhenti pada keselamatan jalan. Personel juga memperkenalkan Green Policing, menanamkan pemahaman sederhana namun mendalam mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, dan merawat ruang publik agar tetap nyaman bagi semua pihak.

Kanit Si Audit dan Inspeksi Subdit Kamsel Ditlantas Polda Riau, AKP Bahrul S., S.H., M.M., yang mewakili Kasubdit Kamsel, menyatakan pendidikan keselamatan harus ditanamkan sedini mungkin agar tumbuh menjadi kebiasaan yang melekat hingga dewasa.

“Kami ingin anak-anak mengenal keselamatan berlalu lintas dengan cara yang menyenangkan. Mereka belajar mengenal rambu, memahami aturan, dan mengetahui bagaimana berperilaku aman ketika berada di jalan. Tak hanya tertib berlalu lintas, kami juga mengajak anak-anak untuk peduli terhadap lingkungan. Harapannya, sejak kecil mereka sudah memiliki kebiasaan menjaga kebersihan dan menjadi contoh yang baik bagi keluarga maupun lingkungannya,” ujar AKP Bahrul.

Ia menegaskan semangat Polantas Karib bukan sekadar slogan, melainkan komitmen hadir bukan hanya saat menangani pelanggaran di jalan, melainkan juga untuk mengedukasi, membangun kedekatan, dan membangun kepercayaan masyarakat sejak dini.

“Polantas Karib hadir bukan hanya ketika masyarakat membutuhkan penanganan di jalan. Kami ingin hadir untuk mengedukasi, berinteraksi, dan membangun kedekatan dengan masyarakat. Anak-anak juga harus mengenal polisi sebagai sahabat yang siap membantu dan melindungi,” tegasnya.

Dirlantas Polda Riau, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, menegaskan membangun budaya keselamatan lalu lintas adalah tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari lingkungan pendidikan, bahkan sejak tingkat taman kanak-kanak.

“Keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, edukasi harus dimulai dari lingkungan pendidikan, bahkan sejak anak-anak berada di tingkat taman kanak-kanak. Mereka perlu mengenal rambu, memahami keselamatan, dan memiliki kebiasaan tertib sejak dini,” ujar Kombes Pol Jeki.

Ia juga menekankan edukasi keselamatan lalu lintas harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan melalui konsep Green Policing. Keduanya merupakan bagian tak terpisahkan dalam menciptakan ruang publik yang aman, tertib, dan nyaman.

“Polantas Karib adalah semangat untuk selalu hadir di tengah masyarakat dengan sikap yang ramah, humanis, dan solutif. Kami ingin masyarakat merasakan bahwa Polantas hadir untuk memberikan perlindungan, pelayanan, dan edukasi. Melalui Green Policing, kita membangun kesadaran bahwa keselamatan dan lingkungan adalah bagian yang tidak terpisahkan. Jalan yang tertib, lingkungan yang bersih, dan masyarakat yang sadar aturan akan menciptakan ruang publik yang aman dan nyaman,” ungkapnya.

Kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari pihak TK Aisyiyah IX. Menurut pihak sekolah, pendekatan yang dilakukan personel Polantas mampu membangun kedekatan emosional sekaligus memberikan wawasan berharga bagi peserta didik.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan Polisi Sahabat Anak yang dilaksanakan Ditlantas Polda Riau. Anak-anak terlihat sangat antusias dan nyaman berinteraksi dengan anggota Polantas. Kehadiran polisi dengan pendekatan yang humanis seperti ini memberikan pengalaman sekaligus wawasan baru bagi peserta didik tentang lalu lintas dan pentingnya menjaga lingkungan melalui Green Policing,” ujar perwakilan manajemen TK Aisyiyah IX.

Pihak sekolah berharap kegiatan serupa dapat terus berlangsung secara berkelanjutan, sehingga nilai-nilai keselamatan dan kepedulian lingkungan semakin kuat tertanam dalam diri generasi muda.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi kegiatan yang berkesinambungan. Dengan begitu, anak-anak semakin mengenal keselamatan berlalu lintas, memahami pentingnya tertib di jalan, dan tumbuh menjadi generasi yang peduli terhadap lingkungan,” tambahnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan personel Polantas. Selama rangkaian kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman, lancar, dan kondusif. Melalui Polisi Sahabat Anak, Polantas Karib, dan Green Policing, Ditlantas Polda Riau terus berupaya membangun fondasi keselamatan dan kepedulian lingkungan yang kokoh bagi masa depan generasi bangsa.

 

Penulis: Rahmat M

Editor: Jajang N

Komentar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Selengkapnya

Index Berita