Pertemuan Tak Terduga: Silaturahmi dan Kebersamaan di Tengah Kesibukan Profesi

JATIM, TULISFAKTA.COM | | Di tengah kesibukan dunia akademik dan hukum, sebuah pertemuan tanpa agenda yang direncanakan terjadi pada Kamis (23/4) siang. Pertemuan ini mempertemukan dua tokoh, yaitu Bapak Muchtar, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Sunan Giri Malang, dengan Abd. Aziz, rekan sejawatnya.

Pertemuan ini bermula dari niat tulus untuk membantu seseorang yang membutuhkan legalisasi Akreditasi Institusi guna melanjutkan studi Magister Ilmu Hukum. Namun, seperti firman Allah SWT dalam Surah Al-Imron ayat 54, “Wallahu Khairul Makirin” (Allah sebaik-baik pembuat rencana), pertemuan ini ternyata membawa makna yang jauh lebih dalam.

Dalam perbincangan, terungkap bahwa keduanya bukan hanya sesama praktisi hukum, tetapi juga rekan profesi di DPC PERADI Malang dan bahkan tergabung dalam satu grup komunikasi. Hal yang lebih menyentuh adalah pengakuan tulus dari Bapak Muchtar yang menyatakan telah mengikuti perjalanan dan karya Aziz sejak ia dipercaya sebagai Jubir Ibu Risma saat Pilgub Jatim tahun 2024. Berbagai kegiatan dan tulisan yang telah dimuat di media nasional pun menjadi bukti hubungan profesional yang terjalin erat.

Menanggapi apresiasi tersebut, Aziz yang dikenal sebagai CEO Firma Hukum PROGRESIF LAW, Jakarta, ini merespons dengan penuh kerendahan hati, “Saya belum apa-apa karena memang bukan siapa-siapa.” Respons sederhana ini justru memecah suasana menjadi hangat dan penuh tawa, menunjukkan kedekatan yang tulus di antara mereka.

Bapak Muchtar sendiri dikenal sebagai sosok pemimpin yang membumi. Meskipun memegang jabatan strategis, ia tidak pernah menonjolkan senioritas atau jarak. Sikapnya yang supel, rendah hati, dan bersahaja menjadi teladan bahwa jabatan dan ilmu tidak harus membuat seseorang sombong, melainkan semakin dekat dengan sesama.

Pertemuan ini menjadi bukti bahwa kebersamaan dan silaturahmi adalah kekuatan yang menyatukan, melampaui batas jabatan dan status. Di tengah persaingan dan kesibukan, nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan tetap menjadi pondasi yang kokoh dalam membangun dunia pendidikan dan hukum yang lebih baik. (Red)

 

Editor : Redaksi

Komentar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Selengkapnya

Index Berita