KAMPAR, Tulisfakta.com | | Jajaran Kepolisian Resor Kampar menggelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Mapolres Kampar, Kamis (1/10/2026) pukul 07.30 WIB. Dipimpin langsung Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan, S.I.K., kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan peneguhan kembali tekad menjaga fondasi negara dan keutuhan bangsa di tengah keberagaman daerah.

Suasana berlangsung khidmat, tertib, dan penuh penghayatan. Turut mendampingi Wakapolres Kampar Kompol Rizki Hidayat, S.E., S.I.K., M.H., beserta seluruh Pejabat Utama, perwira, dan personel yang terbagi dalam delapan pleton: PJU Polres, Pa Polres Kampar, Satsamapta, Satlantas, Staf Mapolres, Satintelkam, Satreskrim, Satresnarkoba hingga PNS Mapolres Kampar.
Rangkaian upacara berjalan lengkap: pengambilan alih pimpinan pasukan, penghormatan, hening cipta mengenang jasa pahlawan, pembacaan Teks Pancasila, Pembukaan UUD 1945, Ikrar, doa, hingga penyanyian lagu Andhika Bhayangkari, seluruh diikuti dengan lantang dan tegas oleh peserta.
“Pancasila bukan sekadar teks yang dibaca setiap upacara. Ia adalah kompas yang menuntun setiap langkah pengabdian kita,” ujar AKBP Boby Putra Ramadhan, S.I.K., Kapolres Kampar
Dalam amanatnya, Kapolres menegaskan bahwa di tengah keberagaman Kabupaten Kampar, Pancasila adalah perekat yang tak boleh retak. Tugas kepolisian bukan hanya menjaga keamanan dan ketertiban, melainkan menjaga persatuan di atas nilai-nilai yang disepakati seluruh bangsa.
“Setiap seragam yang kalian kenakan, setiap tugas yang kalian emban, harus berlandaskan keadilan, kebenaran, persatuan, serta Ketuhanan Yang Maha Esa,” ujarnya. “Jangan biarkan perbedaan memecah kita. Jadikan keberagaman itu kekuatan untuk melayani masyarakat dengan tulus, adil, dan tanpa pandang bulu.”
Kapolres juga menekankan: “Kesaktian Pancasila teruji ketika kita mampu bersatu dalam perbedaan, menegakkan hukum tanpa rasa takut, dan melindungi yang lemah tanpa pamrih.” Itulah wujud nyata kesetiaan kepada bangsa dan negara.
Upacara berakhir lancar dan aman. Pasukan dibubarkan dengan semangat yang diperbarui: kembali ke tugas masing-masing, menjaga kedamaian, serta mengamalkan Pancasila dalam setiap tindakan pelayanan kepada masyarakat.
Penulisan : Rizan
Editor : Jajang N


