PEKANBARU, TULISFAKTA.COM | | Ditengah gonjang-ganjingnya perpolitikan di Kota Pekanbaru, terselip sebuah berita yang tidak mengenakkan bagi masyarakat Kota Pekanbaru. Pasalnya belum genap seminggu pasca Pilkada, masyarakat Pekanbaru harus menerima informasi beberapa pejabat di Pekanbaru terjerat kasus OTT.
Wan Afif selaku Ketua Umum Ikatan Pelajar Mahasiswa Pekanbaru (IPEMARU) menyikapi hal ini dengan rasa malu yang tak terbendung.
“Pekanbaru dikenal sebagai bumi Melayu, yang makna berkehidupan menjunjung nilai kebudayaan Melayu yang sangat tinggi. Tentunya kami merasa sangat terkejut dan malu atas informasi ini, karena sosok yang menjadi PJ merupakan orang yang ditunjuk langsung oleh Presiden dimasa transisi Pilkada serentak 2024,” ucap Afif
Pemuda yang juga Koordinator paguyuban mahasiswa se-Riau ini menegaskan, tabiat yang merugikan masyarakat ini dipikir sudah merebak di tanah air, dan kini sudah masuk di tataran Kota Pekanbaru, Kota terbesar di Provinsi Riau, sejauh ini Kota Pekanbaru seperti menjadi ladang kejahatan oleh oknum-oknum tertentu, tentunya ini perbuatan yang betul-betul memalukan.
Mirisnya, dari berita yang beredar perbuatan keji ini dilancarkan oleh beberapa orang yang juga diamanahkan menjadi penyelenggara di Pemko Pekanbaru.
“Kami tau betul untuk menjadi ASN harus mengikuti berbagai tahapan yang pada intinya harus pintar, profesional dan cinta tanah air. Namun fenomena ini mengajarkan kita bahwa tak selamanya orang pintar bisa memanusiakan manusia,” ujar Afif dengan geramnya.
Kami menghargai proses yang sedang berjalan pada saat ini, semoga proses ini dapat membuka tabir dan menemukan hasil yang terbaik, tidak kembali merugikan masyarakat. Kita berharap kasus ini dapat diusut tuntas hingga adanya keputusan yang membuat efek jera bagi pelaku yang telah merugikan negara. (RN)
Editor : Redaksi


