Tepis Isu Sara dan Fitnah, Pemuda Pancasila Pekanbaru: Video Iwan Pansa-Suparman Bukan Masalah Organisasi Atau Suku

PEKANBARU, TULISFAKTA.COM | | Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Pekanbaru merilis pernyataan resmi menanggapi viralnya video percakapan antara Ketua MPC, Iwan Pansa, dengan Suparman, serta pemberitaan yang beredar di sejumlah media online.

Dalam keterangan pers yang disampaikan oleh Sekretaris MPC Pemuda Pancasila Kota Pekanbaru, pihaknya menegaskan bahwa isi percakapan dalam video tersebut sama sekali tidak mengandung unsur SARA maupun pembahasan mengenai organisasi Pemuda Pancasila.

“Kami ingin meluruskan, berdasarkan video yang beredar, tidak satu kata pun yang bernuansa SARA dan tidak satu kalimat pun yang membahas organisasi kami. Peristiwa itu adalah persoalan pribadi antara Iwan Pansa dengan Suparman, bukan persoalan antar suku,” tegas Sekretaris dalam statmennya, Jumat (02/05/2026).

Meluruskan Identitas dan Menepis Isu

Menanggapi narasi yang mencoba mengaitkan isu kesukuan, pihak organisasi juga meluruskan identitas Ketua mereka. “Perlu diketahui, Iwan Pansa bukan berasal dari marga Batak atau Pulungan. Beliau adalah anak asli Melayu Deli yang berasal dari Medan,” ujarnya.

Tuduhan Media Dinilai Framing dan Fitnah

MPC Pemuda Pancasila Pekanbaru juga menyoroti pemberitaan di beberapa media online yang dinilai berpotensi melanggar hukum dan etika jurnalistik. Pihak organisasi menilai berita yang memuat isu internal dan kepemimpinan adalah kebohongan publik serta terkesan melakukan framing, pembunuhan karakter, dan fitnah.

“Media tersebut hanya mendengar cerita sepihak dari sumber yang tidak bertanggung jawab dan bukan dari internal organisasi. Padahal, MPC Pekanbaru saat ini merupakan salah satu yang terbaik di Provinsi Riau,” tegasnya.

Bukti Kinerja dan Konsolidasi Solid

Sebagai bukti kondisi organisasi yang sehat, Sekretaris MPC memaparkan sejumlah capaian di bawah kepemimpinan Iwan Pansa:

1. Konsolidasi Kuat: Struktur organisasi berjalan solid hingga ke tingkat Ranting/Kelurahan.

2. Kaderisasi Unggul: Banyak kader yang berhasil duduk di legislatif, berkiprah di dunia profesional, dan aktif di berbagai partai politik.

3. Penertiban Tindakan Ilegal: Berhasil meminimalisir oknum yang mengatasnamakan Pemuda Pancasila untuk melakukan pemerasan atau tindakan kriminal. Pelaku yang tertangkap langsung diserahkan ke pihak kepolisian.

4. Kegiatan Sosial: Aktif membantu masyarakat, termasuk membuka posko pengaduan bagi warga yang terganggu oleh penagih utang (DC) serta bersinergi dengan pemerintah dan kepolisian.

Pergantian Struktur Sesuai AD/ART 

Terkait isu pergantian struktur organisasi di tingkat PAC, MPC, hingga badan-badan, hal itu dinilai wajar dan sesuai aturan organisasi.

“Secara aturan, seorang Ketua berhak melakukan evaluasi dan perubahan struktur. Pergantian dilakukan demi kepentingan organisasi, termasuk mengganti posisi yang sebelumnya masih Pelaksana Tugas (Plt) atau rangkap jabatan dengan figure yang dianggap lebih mampu. Semua pembentukan kepengurusan juga diawali dengan Rapat Pemilihan Pengurus (RPP) yang sah,” jelasnya.

Organisasi Solid dan Satu Komando

MPC Pemuda Pancasila Kota Pekanbaru juga menegaskan bahwa administrasi organisasi, khususnya terkait KTAisasi, tergolong yang terbaik. Pihaknya mengimbau pihak luar untuk tidak sembarangan menilai atau ikut campur urusan internal.

“Kalau bukan bahagian dari Pemuda Pancasila, sebaiknya tahu diri. Menilai kualitas pimpinan setingkat MPC itu kewenangan MPW dan MPN. Saat ini, kami di MPC, PAC hingga Ranting berada dalam barisan yang sangat solid, satu komando, dan dalam kondisi terbaik di bawah kepemimpinan Iwan Pansa,” pungkasnya.(Red)

 

Editor : Redaksi

Komentar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Selengkapnya

Index Berita