Hadirkan Solusi Nyata Masyarakat Terpencil, Kapoksi Komisi III DPR RI Fraksi Gerindra Muhammad Rahul Apresiasi 110 Jembatan Merah Putih Polri di Riau

PEKANBARU, TULISFAKTA.COM | | Program pembangunan 110 jembatan di Provinsi Riau mendapatkan apresiasi tinggi sebagai langkah konkrit Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam memperkuat konektivitas desa, mendorong akses pendidikan, dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Kapoksi Komisi III DPR RI dari Fraksi Gerindra, Muhammad Rahul, menyampaikan bahwa inisiatif Jembatan Merah Putih Presisi telah menghadirkan solusi nyata bagi warga wilayah terpencil. Hingga saat ini, proyek yang dirancang sebanyak 110 unit telah menunjukkan progres signifikan dengan 27 jembatan rampung dan diresmikan, sementara sisanya masih dalam tahap pengerjaan atau renovasi.

“Ini adalah kerja nyata yang langsung dirasakan masyarakat. Anak-anak yang sebelumnya harus mempertaruhkan keselamatan menyeberangi sungai untuk sekolah, kini punya akses yang lebih aman dan layak. Ini bukan sekadar pembangunan jembatan, ini tentang membangun masa depan,” tegas Rahul kepada awak media

Menurutnya, keterlibatan Polri dalam pembangunan infrastruktur menunjukkan kepekaan institusi terhadap kondisi sosial masyarakat, meskipun fungsi utamanya adalah menjaga keamanan dan ketertiban. Hal ini dinilai sebagai bentuk transformasi peran Polri yang tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga mendukung pembangunan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

Apresiasi juga dialamatkan kepada Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang mampu mengimplementasikan arahan Presiden menjadi program nyata dengan dampak luas, serta Kapolda Riau Herry Heryawan yang dinilai cepat dan progresif dalam mengeksekusi program di lapangan.

“Saya melihat ini sebagai bentuk kepemimpinan yang responsif. Arahan Presiden tidak berhenti di level kebijakan, tetapi langsung diwujudkan dalam bentuk kerja nyata. Kapolri menunjukkan arah yang jelas, dan Kapolda Riau mampu mengeksekusinya dengan baik,” ucapnya, Rabu (18/3/2026).

Rahul juga menyoroti pendekatan humanis dalam proses peresmian jembatan yang melibatkan dialog langsung antara pemerintah dan masyarakat di wilayah Kampar, Kuantan Singingi, serta Kepulauan Meranti. Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang berdiskusi langsung dengan warga dan pelajar setempat.

“Dialog ini penting karena masyarakat bisa menyampaikan langsung apa yang mereka rasakan dan harapkan, sekaligus memperkuat kepercayaan publik bahwa negara benar-benar hadir dan mendengar,” jelasnya.

Rahul berharap program ini dapat terus diperluas ke daerah lain di Indonesia yang menghadapi keterbatasan akses transportasi. Ia menekankan bahwa pembangunan jembatan memiliki efek berantai terhadap peningkatan kualitas pendidikan, percepatan pertumbuhan ekonomi desa, serta penguatan sumber daya manusia.

“Kalau di Riau saja sudah direncanakan 110 jembatan dan baru tahap awal 27 yang selesai, ini menunjukkan komitmen yang besar. Jika dilakukan secara masif di seluruh Indonesia, dampaknya akan sangat luas,” tutupnya. (Red)

 

Editor : Redaksi

Komentar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Selengkapnya

Index Berita