PEKANBARU, TULISFAKTA.COM | | Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Riau, Fuad Santoso, menyatakan penolakan kuat terhadap rencana pengalihan komando Polri ke kementerian.
Dalam pernyataan yang disampaikan di Pekanbaru, Fuad menegaskan bahwa keberadaan Polri di bawah Presiden adalah bagian dari amanat Reformasi 1998, yang harus dipertahankan.
“Bahwa posisi tersebut penting untuk menjaga profesionalisme dan independensi Polri dalam menjaga keamanan nasional,” ucapnya dengan lantang, Rabu (28/01/2026).
Fuad juga menambahkan bahwa pola komando yang langsung ke Presiden akan menghindari konflik kepentingan yang mungkin muncul jika Polri berada di bawah kementerian tertentu. Dengan mengatakan bahwa Presiden sebagai pemimpin negara adalah sosok yang tepat untuk memberikan arahan kepada Polri, Fuad berargumen bahwa skema ini dapat mencegah kebijakan yang tumpang tindih yang mungkin mengganggu kinerja aparat.
“Apabila Polri dipindahkan ke kementerian, hal ini bisa menambah birokrasi dan kepentingan politik yang akan melemahkan penegakan hukum,” terangnya.
Fuad mengingatkan pentingnya stabilitas dan kepercayaan publik terhadap Polri di tengah situasi sosial dan politik yang dinamis.
KNPI Riau menegaskan bahwa struktur Polri yang ada saat ini adalah yang paling ideal untuk mendukung agenda keamanan nasional dan Indonesia Maju.
Ia menutup pernyataan dengan menyerukan, “Merdeka!” dan menggarisbawahi komitmen KNPI Riau untuk mendukung kebijakan publik yang pro-rakyat dan menjaga profesionalisme institusi negara. (Red)
Editor : Redaksi


