PEKANBARU, Tulisfakta.com | | Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara resmi meluruskan simpang siur informasi yang beredar terkait dampak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap pendapatan asli daerah. Ia juga menyampaikan permintaan maaf atas kesalahpahaman yang muncul akibat ketidaktepatan data yang disampaikan sebelumnya.
Dalam penjelasannya, Plt Gubernur menegaskan bahwa program MBG tidak memberikan pengaruh berarti terhadap penurunan retribusi daerah. Menurutnya, kontribusi retribusi dari kantin sekolah secara keseluruhan hanya berkisar 0,01 persen dari total Pendapatan Asli Daerah (PAD), sehingga nilainya berada di bawah 1 persen dan tidak memengaruhi kondisi keuangan daerah.
“Kami tegaskan sekali lagi, MBG tidak menyebabkan penurunan retribusi daerah. Justru program ini mendorong efisiensi anggaran dan menggerakkan roda perekonomian lokal,” ujar SF Hariyanto.
Ia menjelaskan bahwa kehadiran MBG membawa manfaat nyata bagi pengelolaan keuangan daerah. Pemerintah Provinsi Riau dapat menghemat anggaran hingga Rp45 miliar per tahun, yang sebelumnya dialokasikan untuk biaya konsumsi siswa di sekolah berasrama. Dana tersebut nantinya dapat dialihkan guna mendanai program prioritas lain yang lebih luas manfaatnya.
Selain itu, program ini dinilai memberikan dampak ekonomi yang lebih besar melalui penyerapan hasil produksi lokal, mulai dari sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga mendukung perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta jasa distribusi. Pemerintah juga mendukung rencana menghidupkan kembali fungsi kantin sekolah agar tetap berjalan secara sehat dan teratur.
Dari penelusuran yang dilakukan, kesalahpahaman ini bermula dari ketidaktepatan input data yang disampaikan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Riau kepada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Di sisi lain, Bapenda juga belum melakukan pemeriksaan silang sebelum menyampaikan informasi tersebut kepada pimpinan daerah.
Menyikapi hal ini, Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Teza Darsa, mengakui kesalahan tersebut dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. “Kami mengakui telah keliru dalam menyusun laporan prognosis dan menyebutkan MBG sebagai penyebab penurunan retribusi kantin sekolah. Atas kesalahan ini, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Plt Gubernur, Bapenda, dan seluruh masyarakat Riau,” tegasnya.
Plt Gubernur berharap klarifikasi ini dapat menjadi jawaban yang jelas dan mengakhiri informasi yang tidak akurat yang sempat beredar di tengah masyarakat.
Penulis : Rahmat M
Editor : Jajang N


