Darurat Moral Anak Pekanbaru: Janji Hearing Tak Terealisasi, GERMAS PPA Sesalkan Sikap Ketua DPRD

PEKANBARU, Tulisfakta.com | | Gerakan Masyarakat Perlindungan Perempuan dan Anak (GERMAS PPA) menyampaikan kekecewaan mendalam atas sikap Ketua DPRD Kota Pekanbaru yang dinilai tidak menepati janji memfasilitasi dengar pendapat umum (hearing) terkait krisis moral yang melanda kalangan anak dan remaja di kota ini.

Rika Parlina, Wakil Ketua Umum GERMAS PPA, menyampaikan bahwa kesepakatan untuk menggelar hearing bersama Komisi I dan Komisi III DPRD Kota Pekanbaru hingga kini belum terealisasi. Padahal, persoalan penyimpangan perilaku anak dan remaja di Pekanbaru telah mencapai taraf yang mengkhawatirkan.

“Janji tinggal janji. Padahal ini menyangkut kepentingan paling mendesak: masa depan generasi penerus bangsa yang kian tergerus pergaulan bebas,” ujar Rika Parlina, Selasa (29/9/2026).

Berdasarkan pantauan dan keluhan masyarakat yang diterima GERMAS PPA, sejumlah indikasi kerusakan moral anak di Pekanbaru semakin nyata:

– Sering terlihat keluar-masuk tempat hiburan malam tanpa pendampingan orang tua

– Mengonsumsi minuman beralkohol di ruang publik

– Terjerumus dalam akses maupun peredaran barang-barang terlarang

“Ketika masa depan anak bangsa dipertaruhkan, di situlah integritas seorang pemimpin diuji. Sayangnya, ucapan Ketua DPRD Kota Pekanbaru kembali terbukti tidak dapat dipegang,” tegasnya.

GERMAS PPA menegaskan bahwa masalah ini bukan sekadar isu sosial biasa, melainkan darurat moral yang memerlukan intervensi segera dari lembaga perwakilan rakyat. Menutup mata atau menunda-nunda penanganan sama saja dengan membiarkan kerusakan generasi berlanjut.

Organisasi ini meminta pimpinan DPRD Kota Pekanbaru segera membuka ruang dialog dan mengambil langkah konkret, bukan sekadar janji lisan.

“Tindak tegas, jangan tutup mata. Seluruh elemen masyarakat berhak menuntut akuntabilitas pimpinan daerah demi keselamatan anak-anak Pekanbaru,” tandas Rika.

 

Penulis : Rian

Editor : Jajang N

Komentar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Selengkapnya

Index Berita