PEKANBARU, Tulisfakta.com | | Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Roesmin Nurjadin, Marsekal Pertama TNI Abdul Haris, akhirnya angkat bicara menanggapi tuduhan yang menyebar luas di media sosial yang menyebut dirinya menerima setoran dari pihak tertentu. Dalam pernyataan resmi yang disampaikan, ia menolak secara tegas seluruh isu tersebut dan menegaskan informasi itu tidak memiliki dasar fakta sama sekali.
“Saya tegaskan dengan tegas, saya tidak pernah menerima setoran dari siapa pun, baik dari kelompok mafia maupun pihak lainnya. Informasi yang beredar di ruang publik itu tidak benar dan tidak ada bukti pendukungnya, itu hoaks” tegas Marsma TNI Abdul Haris dalam keterangannya, Minggu (26/7/2026).
Sejak dipercaya memimpin Lanud Roesmin Nurjadin, kata dia, ia selalu menanamkan nilai-nilai integritas, profesionalisme, dan larangan penyalahgunaan wewenang kepada seluruh prajurit di jajarannya. Prinsip itu juga menjadi pedoman yang ia jalankan sendiri dalam memimpin satuan.
Abdul Haris mengingatkan, setiap anggota TNI Angkatan Udara yang terbukti melanggar aturan, apalagi terlibat praktik yang mencoreng nama baik institusi, tidak akan mendapatkan perlindungan apa pun. Semuanya akan diproses secara tegas sesuai ketentuan hukum dan peraturan disiplin militer yang berlaku.
“Saya sudah berkali-kali mengingatkan seluruh personel. Siapa pun yang bermain-main, melanggar aturan, atau merusak nama baik TNI AU, akan saya proses tanpa pandang bulu sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.
Klarifikasi ini disampaikan sebagai tanggapan atas berbagai narasi yang belakangan viral di media sosial. Ia menilai penyebaran informasi yang belum terverifikasi berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat, serta merugikan nama baik individu maupun institusi TNI secara keseluruhan.
Komandan Lanud juga menegaskan keterbukaannya jika ada pihak yang memiliki bukti sah atas dugaan pelanggaran yang dituduhkan. Namun, ia menekankan tuduhan tidak boleh hanya didasarkan pada asumsi, opini, atau kabar burung yang belum jelas kebenarannya.
“Jika memang ada bukti yang kuat dan sah, silakan disampaikan melalui mekanisme hukum yang berlaku. Jangan hanya membuat opini yang akhirnya menyesatkan masyarakat dan memperkeruh suasana,” tegasnya.
Lanud Roesmin Nurjadin, lanjut dia, tetap berkomitmen penuh mendukung upaya pemberantasan segala bentuk penyimpangan, termasuk jika ada oknum yang mencoba memanfaatkan nama institusi untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap TNI AU sebagai garda terdepan penjaga kedaulatan wilayah udara negara.
Ia juga mengajak seluruh personel untuk terus menjaga kehormatan korps dengan bekerja secara profesional, disiplin, dan selalu mengedepankan integritas dalam setiap pelaksanaan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.
Terpisah, Abdul Haris juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan bijaksana dalam menerima maupun menyebarkan informasi yang beredar di media sosial. Setiap informasi sebaiknya diverifikasi terlebih dahulu kebenarannya sebelum disebarluaskan, agar tidak ikut menyebarkan berita bohong atau hoaks yang merugikan banyak pihak.
Pihak Lanud Roesmin Nurjadin memastikan akan terus menjalankan seluruh tugas dan fungsinya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Seluruh bentuk pelanggaran yang dilakukan oknum di lingkungan satuan tidak akan dibiarkan dan akan ditindaklanjuti secara tegas.
Melalui klarifikasi ini, diharapkan masyarakat mendapatkan gambaran yang utuh dan akurat terkait isu yang berkembang, sehingga tidak muncul spekulasi yang tidak perlu. Pihaknya juga berharap masyarakat tetap memberikan kepercayaan kepada institusi TNI Angkatan Udara yang terus berupaya menjaga profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas dalam setiap tugasnya.
Penulis : Rahmat M
Editor : Jajang N


