Ustaz Das’ad Latif: Bukan Orang Pintar yang Rusak APBN, Melainkan Oknum Pejabat yang Mengkhianati Amanah  

 

JAKARTA, Tulisfakta.com | | Tokoh agama dan pembicara publik Ustaz Das’ad Latif melontarkan kritik tajam dan menyentuh akar persoalan maraknya praktik korupsi di lingkungan pemerintahan dan lembaga negara. Dalam sebuah ceramahnya yang kini ramai beredar di ruang publik, ia menegaskan bahwa kerusakan keuangan negara bukanlah ulah orang-orang cerdas, melainkan oknum pejabat yang menyalahgunakan amanah demi keuntungan pribadi.

Ustaz Das’ad menegaskan bahwa kecerdasan tanpa landasan integritas justru menjadi ancaman terbesar bagi bangsa dan negara. Jabatan publik, tegasnya, adalah titipan yang harus dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada rakyat dan kepada Tuhan Yang Maha Esa, bukan lahan untuk memperkaya diri sendiri maupun kelompok.

“Yang merusak APBN bukan orang pintar, tapi orang bodoh. Orang pintar kalau tidak amanah, dia lebih bahaya daripada bajing. Bajing cuma makan kacang-kacangan, bajingan memakan aspal, semen, beton,” ujarnya, yang disambut tepuk tangan dan tanggapan hangat dari hadirin.

Ia juga menyoroti fenomena biaya politik yang semakin tidak masuk akal dalam setiap kontestasi pemilihan pejabat. Menurutnya, menghabiskan puluhan miliar rupiah demi meraih jabatan, lalu pada akhirnya terjerat kasus korupsi yang berujung hukuman dunia maupun dosa di akhirat, adalah tindakan yang sangat merugikan dan tidak memiliki akal sehat.

“Saya pikir hanya orang bodoh yang keluarkan uang untuk partai Rp20 miliar, sosialisasi Rp5 miliar, dan lain sebagainya sampai Rp40 miliar, lalu masuk neraka. Adakah yang lebih bodoh dari ini?” tegasnya dengan nada mengingatkan.

Ustaz Das’ad juga mengingatkan masyarakat agar lebih teliti dalam memilih pemimpin. Ia mengingatkan bahwa tanggung jawab atas pemimpin yang korup juga menimpa rakyat yang memilihnya.

“Lihatlah yang kalian pilih ini. Kalian kalau korupsi masuk neraka,” pesannya.

Pernyataan yang disampaikan dengan bahasa lugas, diselipi candaan namun sarat pesan moral ini langsung menyebar luas di berbagai platform media sosial. Masyarakat menilai pesan tersebut menjadi teguran keras sekaligus pengingat bahwa integritas dan amanah adalah syarat mutlak yang harus dimiliki setiap orang yang memegang kekuasaan dan mengelola uang rakyat.

 

Penulis : Rian

Editor : Jajang N

Komentar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Selengkapnya

Index Berita