Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Pertama Riau Capai 80%, Polda Riau Pastikan Sesuai Rencana: Harapan Baru bagi 4.420 Nelayan Bengkalis

BENGKALIS, Tulisfakta.com | | Program strategis nasional Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) pertama di Provinsi Riau yang berlokasi di Desa Pambang Pesisir, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, memasuki tahap akhir pembangunan. Hingga akhir Juni 2026, progres pengerjaan telah mencapai 80 persen dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada Agustus 2026.

Untuk menjamin pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai ketentuan dan rencana, jajaran Polda Riau yang dipimpin IPDA Iswadi Putra, SH bersama anggota melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada Rabu (24/6/2026). Kegiatan ini didampingi Sekretaris Desa Pambang Pesisir Desi Rizal, pengelola kawasan, serta perwakilan masyarakat setempat.

IPDA Iswadi Putra menjelaskan bahwa KNMP merupakan program unggulan pemerintah yang dikelola melalui kerja sama terpadu antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Pemerintah Daerah Provinsi Riau dan Kabupaten Bengkalis, serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

“Kawasan ini menjadi pusat aktivitas bagi sekitar 4.420 nelayan di wilayah tersebut, sekaligus menjadi percontohan pembangunan kampung nelayan modern untuk seluruh daerah di Provinsi Riau. Pengelola juga telah dibekali pelatihan teknis agar mampu mengelola fasilitas secara profesional dan berkelanjutan,” ujar IPDA Iswadi Putra di lokasi peninjauan.

Pengelolaan KNMP Desa Pambang Pesisir diketuai oleh Marhalis, yang juga menjabat sebagai Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Bengkalis.

Dilengkapi Fasilitas Modern Penunjang Ekonomi

Berbagai sarana prasarana dibangun secara lengkap untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan pelaku usaha perikanan, meliputi:

– Dermaga pendaratan ikan
– Tempat Pelelangan Ikan (TPI) modern
– Gudang pendingin (cold storage)
– Pabrik es batu
– Bantuan alat tangkap dan jaring
– Fasilitas sanitasi dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)
– Pusat kuliner bahari
– Sarana pemasaran terpadu

Nantinya, seluruh operasional kawasan akan dijalankan oleh manajemen yang telah mendapatkan pelatihan khusus, bekerja sama dengan pemerintah daerah dan koperasi setempat.

Dampak Luas: Ekonomi, Keteraturan, dan Transformasi Digital

Selain bertujuan meningkatkan hasil tangkapan nelayan, program ini juga menjadi langkah nyata pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan serta mewujudkan pemerataan ekonomi di wilayah pesisir.

Masyarakat dan nelayan setempat menyambut positif kehadiran kawasan ini. Sistem pengelolaan berbasis koperasi dinilai akan mempermudah akses terhadap permodalan, layanan perawatan kapal, hingga distribusi hasil tangkapan ke pasar.

Selain itu, KNMP juga diharapkan mampu:

– Membuka peluang usaha baru bagi pelaku ekonomi lokal
– Berkembang menjadi destinasi wisata pesisir dan kuliner bahari
– Mendorong keteraturan nelayan dalam perizinan usaha dan dokumen kapal
– Mengakselerasi transformasi digital melalui pemasaran daring hasil tangkapan dan produk olahan ikan, yang melibatkan peran generasi muda.

Dengan progres yang terus berjalan, Kampung Nelayan Merah Putih pertama di Riau ini diharapkan segera beroperasi penuh dan menjadi model pengembangan wilayah pesisir yang maju, mandiri, dan sejahtera.

Penulis : Rian

Editor : Jajang N

Komentar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Selengkapnya

Index Berita