Istri: Rumah dan Tempat Pulang yang Paling Nyaman

JAKARTA, TULISFAKTA.COM | | Bicara soal kebutuhan biologis, laki-laki mungkin merasa bisa mendapatkannya dengan mudah. Soal makan dan minum, restoran dan katering tersedia di mana saja. Urusan rumah yang berantakan, pakaian yang menumpuk, semua bisa diselesaikan dengan bantuan orang lain.

Namun, menjadi seorang istri bukan sekadar soal memenuhi syahwat, mengisi perut, atau merapikan tempat tinggal. Karena semua hal itu bersifat materi dan bisa dicari di luar rumah.

Ada satu hal yang tak tergantikan: Istri adalah tempat pulang yang nyaman.

Laki-laki tidak selalu tergila-gila pada paras cantik atau tubuh seksi semata, karena kecantikan fisik bisa dilihat di mana saja. Ia juga tidak selalu terpikat pada wanita yang terlalu mandiri atau berpenghasilan tinggi, karena itu bukan jaminan ketenangan jiwa.

Pada akhirnya, laki-laki akan luluh dan jatuh hati pada wanita yang sederhana, yang memiliki hati yang damai, dan tutur kata yang lembut.

Wanita yang tahu cara menenangkan gelisah di hati suaminya. Ia hadir bukan untuk menuntut, melainkan untuk menguatkan. Ia ada bukan untuk menambah beban, tapi menjadi tempat melepaskan lelah. Di sisinya, suami bisa bercerita apa saja tanpa rasa takut dihakimi.

Dialah yang membuat dunia terasa tidak seberat itu, meski badai sedang menerpa. Karena sehebat apa pun laki-laki di luar sana, setinggi apa pun jabatan dan egonya, ia tetaplah manusia yang rapuh yang membutuhkan “rumah” untuk kembali.

Dialah Istri.

Ketahuilah, saat ia menghidangkan makan tanpa diminta, saat ia menemani makan walau dirinya sudah kenyang, saat ia setia mendampingi dalam susah maupun senang—ia bukan sekadar menjalankan tugas rumah tangga. Saat itulah ia menjadi bidadari yang insya Allah, seluruh pintu surga akan terbuka lebar untuknya.

Teruntuk Ning Lika Rahmawati,

Terima kasih telah menjadi istri yang luar biasa. Terima kasih telah menyediakan rahimnya dan melahirkan tiga buah hati kami yang shalih dan shalihah: Mas Dzikri (15th), Mbak Kiya (12th), dan Dik Bella (8th).

Terima kasih telah menjadi “rumah” yang paling nyaman untukku pulang. Setiap tetes keringat dan lelahmu mendampingi keluarga, akan menjadi amal lillah yang membentangkan cahaya kebahagiaan tak bertepi di dunia maupun akhirat.

 

Penulis : Abd. Aziz (CEO Firma Hukum PROGRESIF LAW, Jakarta)

Editor : Redaksi

Komentar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Selengkapnya

Index Berita